Thursday, 5 July 2018

TRIP RINJANI 2018


RINJANI 2018


   Mengingat nama Rinjani sepertinya tidak lepas dari sebuah perjalanan pendakian panjang yang selalu mengesankan. Apalagi kamu yang pernah menjajaki kaki ke puncak Dewi Anjani. Surga di pulau Lombok nan indah dan sangat di nanti bagi para pecinta alam di Indonesia. Jika kamu belum sempat ke Rinjani, saya akan berbagi sedikit pengalaman dan tips saya mendaki Rinjani.

   Kebetulan saya mulai perjalanan dari Kota Semarang, naik kereta Kertajaya dengan harga 100 ribu. Tapi perlu diingat jika pesan kereta harus jauh jauh hari sebelum keberangkatan agar tidak kehabisan ya. Setelah sampai di Surabaya, Perjalanan lanjut dengan Pesawat menuju Mataram. Untuk harga tiket pesawat tentu variatif. Karena ingin menghemat waktu jika dibandingkan perjalanan darat saya memilih via udara. Toh jika via darat saya juga masih perlu biaya makan tiket transfer ganti moda transportasi dll. Selisih tidak terlalu banyak, karena tiket promo dari Surabaya - Mataram masih 400 ribuan. So, pilihan ada di kamu dan Tim jika ingin menentukan via darat atau udara.

Segara Anak dari atas


Bandar Udara Internasional Lombok


   Kota Mataram menyambut dipagi hari bersama dua teman saya. Karena perjalanan menuju Sembalun cukup jauh saya memutuskan menyewa mobil yang banyak terdapat di bandara. Atau kalau tidak ingin sewa masih ada alternatif transportasi menggunakan Damri Bandara untuk menuju Mataram. Dan kamu bisa oper lagi naik angkutan ke Sembalun dengan catatan harus pandai mencari angkutan karena agak susah kalau sudah sore.
   Satu hal lagi jika keluar bandara memakai tas gunung pasti banyak yang menawarkan jasa antar ke Sembalun. Lebih enak klau satu rombongan 5 sampai 8 orang, ongkos lebih murah pembagiannya. Karena saya hanya bertiga ya sudahlah... akhirnya dapat harga 450 ribu ke sembalun.

   Tiba di Basecamp pendaftaran Sembalun jam 15.00 Wita. Ternya sudah sepi, baru ingat kebanyakan orang memulai pendakian pagi hari. Karena simaksi pagi jam 07.00 Wita sudah dibuka. Saya terpaksa nginap dulu di basecamp satu malam. Oh iya.. seandainya sore hari ingin naik juga tidak masalah, tetapi tidak akan terkejar untuk sampai di pos 3. Karena hari itu pas liburan lebaran, dari catatan pendaftaran sudah 1000 orang lebih mulai mendaki di hari pertama. Untuk biaya simaksi hanya 10ribu per hari untuk turis lokal dan 150ribu untuk mancanegara...
   Jarum jam menunjuk 09.00 saat saya dan 2 teman memulai pendakian dari basecamp Sembalun. Dari sini biasanya menggunakan pick up menuju jalur pendakian agar tidak terlalu jauh. Harga sewa 100 ribu untuk satu mobil dan bisa muat orang banyak.

Perjalanan Dari Basecamp Menuju Tempat Pendakian 
   Cuaca hari ini cukup terik, langkah menuju pos 1 terasa lama. Padang rumput liar dan hewan ternak warga akan menemani perjalan saya. Dan tidak dipungkiri kamu kan menemui banyak kotoran ternak sapi di jalan menuju pos 1. Perjalanan cukup lumayan dari basecamp kurang lebih 2-3 jam. Tapi di sini kamu akan banyak memerlukan air karena panas yang banyak menguras tenaga. Lebih baik menggunakan penutup kepala atau sunblock untuk kulit.
   Sampai pos 1 saya istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga. Di sini juga banyak yang datang rombongan sehingga cukup rame di pos 1 ini. Sebenarnya jarak dari pos 1 ke pos 2 tidak terlalu jauh karena sudah terlihat pos 2 dari sini. Kurang lebih 40 - 60 menit saja.
   Saya memutuskan istirahat lebih lama di Pos 2 untuk memasak makanan. Perut sudah keroncongan dan memang butuh tenaga lagi untuk lanjut menuju pos 3.


Menuju Pos 1

Pos 1
Cuaca Cukup Panas di Sini
Suasana Pos 2
Kesibukan Porter di Pos 2

   Perut sudah terisi saatnya melanjutkan menuju pos 3. Dari sini diperlukan waktu 2,5 jam jalan santai untuk menuju pos 3. Kebetulan sampai pos tiga sudah cukup sore jadi cuaca tidak terlalu panas. Di sini memang sebagian pendaki memutuskan mendirikan tenda di pos 3 sebelum lanjut menuju Plawangan Sembalun.
   Saya istirahat sebentar sambil makan makanan ringan. Teman saya akhirnya mengajak melanjutkan perjalanan agar mendirikan tenda saja di pos 4. Kebetulan tempat sudah penuh dan sangat ramai di Pos 3. Menuju pos 4 hanya 1,5 jam perjalanan dengan jalur yang banyak tanjakan.

Sisi lain Pos 3 yang tidak kalah ramai.

Sunrise di Pos 4
   Nah ini yang banyak di keluhkan para pendaki via Sembalun "Bukit Penyesalan". Jalur yang terus terus menanjak tidak ada ampun di sajikan dalam track menuju Plawangan Sembalun. Bukit terlewati satu, menyusul bukit lagi di depan nya sampai saya malas menghitung jumlah bukit yang ada. Begitulah kira kira gambaran jalur ini. Waktu yang di butuhkan 5-6 jam jalan santai untuk sampai di Plawangan Sembalun.

Bukit Penyesalan



Plawangan Sembalun Penuh Kabut
Sudah Banyak Tenda Berdiri

   Di Plawangan Sembalun tidak perlu takut kekurangan air bersih karena di sini terdapat sumber air yang bisa diminum dan bersih. Tidak jauh dari sini, kurang lebih 15 menit jalan kaki. Di sana terdapat bebarapa pancuran air untuk di manfaatkan para pendaki. Hampir mirip seperti sumber mani di Gunung Semeru.

Sumber air di Plawangan Sembalun
   Setelah mengambil air dan memasak, saya dan teman saya memutuskan istirahat tidur untuk persiapan menuju puncak Rinjani. Bangun jam 23.00 kemudian persiapan logistik dan tidak lupa mengisi perut terlebih dahulu. Sambil melihat lihat cuaca dikarenakan gerimis dan kabut tebal terpaksa menunggu rombongan pendaki lain yang akan naik ke puncak agar tidak tersesat. Akhirnya baru naik ke puncak jam 01.00 dini hari.
   Medan yang menanjak curam serta kontur berpasir dan berbatu memang banyak menguras tenaga. Langkah hanya beberapa saja harus berhenti untuk menghela nafas. Vegetasi yang sudah tidak ada pepohonan hanya tanaman edelweis membuat angin bertiup kencang sangat terasa. Saat istirahat lebih baik mencari Batu untuk bersandar agar tidak terpapas langsung dingin nya angin pagi Rinjani. Ketika di sini saya jadi teringat jalur menuju puncak Gunung Semeru dengan karateristik hampir sama. Bedanya jalur berpasir Semeru lebih terjal kemiringannya tetapi lebih pendek rute ke puncak. Sedangkan Rinjani rute menuju puncak lebih panjang dengan karateristik pasir dan batunya berbeda beda tiap beberapa sudut.

   Dengan kabut semakin tebal dan tiupan angin semakin kencang ditambah gerimis membuat fisik semakin lelah. Rasanya sudah tidak ada semangat lagi menuju puncak. Hanya beberapa langkah harus terpaksa berhenti menghela nafas lagi. Tiupan angin sangat menusuk waktu itu walaupun jaket sudah double 2 ditambah kaos. Dan Matahari pun sudah mulai muncul dari ufuk timur. Melihat beberapa orang sudah sampai puncak dan turun kembali membuat saya bertanya tanya "kenapa kok belum sampai sampai puncak?".
   Alhasil setelah berjuang dengan sekuat tenaga akhirnya saya dan ke dua teman saya berhasil menggapai puncak "Dewi Anjani". Perasaan sudah bercampur aduk walaupun tidak bisa melihat Danau Segara Anak dari puncak karena tertutup kabut. 
   Moment berfoto pun tidak lupa saya abadikan. Suasana puncak sudah penuh dengan pendaki lokal maupun turis mancanegara. Tidak bertahan lama setelah berfoto saya dan teman langsung turun. Bukannya berhenti, kabut dan gerimis justru bertambah lebat. Waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak kali ini memang cukup panjang hampir 8 jam. Disamping stamina yang kurang fit dan kondisi cuaca. Berbanding jauh dengan perjalanan turun yang kurang dari 3 jam.

Track Pasir dan berbatu


Track yang sangat panjang



Mulai Kedinginan Jika Berhenti Terlalu Lama


Puncak Rinjani di Selimuti Kabut

Kami Bertiga 
   Turun dari puncak Rinjani badan sudah sangat lelah dan capek dengan jaket dan celana sudah basah. Membuat suhu tubuh tambah dingin rasanya ingin segera makan makanan hangat dan kopi panas. Menghangatkan diri di dalam tenda sambil ngobrol berharap ada yang berbaik hati memberi makanan ke tenda kami.. hahahah.
  Dan harapan terwujud ada yang berbaik hati tenda sebelah menawari makanan camilan. Seandainya di gunung kekurangan makanan jangan segan untuk meminta agar tidak kelaparan. Atau jika kamu kelebihan makanan jangan lupa berbagi.
   Setelah beristirahat cukup lama, saya dan teman turun menuju Danau Segara Anak menjelang malam hari. Sebenarnya tidak direkomendasikan sih turun pada saat menjelang malam dikarenakan jalur menuju Segara Anak ini memang curam di penuhi batu dan jurang. Dan biasanya sering berkabut jarak pandang terbatas apalagi jika malam hari bisa tersesat.
   Estimasi waktu dari Plawangan Sembalun ke Segara Anak 4-5 jam. Di karenakan saya turun malam hari jadi molor sampai 8 jam. Karena tidak mau mengambil resiko jika salah ambil jalan bisa tersesat ke jurang. Itupun saya sempat jatuh beberapa kali, karena licin akibat gerimis. Perjalanan memang sangat pelan dan hati-hati sekali dan kami hanya 2 kali saja berpapasan dengan pendaki, selebihnya hanya saya dan ke dua teman saya selama berjam jam tanpa bertemu pendaki lain.

  Pada akhirnya sampai juga di Segara anak, dan sudah penuh dengan tenda. Saya mendirikan tenda untuk bermalam disini. Jarak antar tenda sangatlah rapat karena banyak nya pendaki yang sudah berada di Segara Anak terlebih dahulu.
  Aktifitas memancing paling banyak digemari para pendaki disini. Teman saya tidak lupa mencoba merasakan sensasi memancing di Segara Anak. Memang kata orang terdapat banyak ikan disini dan mudah untuk mendapatkannya dengan umpan hanya roti. Tapi apa daya berjam jam teman saya tidak kunjung mendapatkan ikan. Akhirnya menyudahi dan mengajak saya ke pemandian air hangat sambil mengambil air. Untuk kebutuhan air bersih memang disarankan mengambil saja di dekat kolam air panas, di situ ada air yang bisa dikonsumsi. Karena air yang terdapat di danau Segara Anak biasanya hanya untuk mencuci peralatan masak saja.



Pagi Segara Anak
                                                                               
Memancing Penuh Kenangan


Suasana Pinggiran Danau

Indahnya Pelangi di Balik Kabut

   Di Danau Segara Anak terdapat pemandian air hangat dan air terjun. Banyak para pendaki lokal dan mancanegara yang ingin berendam. Terdapat 2 kolam air hangat yang bisa dipakai, tetapi disarankan hanya yang bagian atas yang boleh dipakai karena kolam yang bawah sering memakan korban. Dan asyiknya kolam disini temperatur panas nya berbeda beda. Cocok bagi kamu yang ingin berendam kaki yang sudah pegal pegal. Tetapi perlu diingat di sini tidak terdapat tempat untuk ganti pakaian. Jadi bawalah sarung atau kain untuk ganti pakaian. Selain itu juga terdapat Goa Susu di sekitaran dekat Segara Anak, cuma waktu itu saya dan teman tidak ke situ.


Sungai dari Danau Segara Anak 
Kolam Pemandian Air Hangat

   Setelah puas berlama lama di Segara Anak saya dan teman melanjutkan perjalanan menuju Plawangan Senaru. Karena kami memutuskan untuk pulang lewat jalur Senaru. Di jalur ini disuguhi tanjakan track yang cukup terjal berbatu. Cukup banyak menguras tenaga juga. Jika dari Segara Anak pagi hari, kemungkinan masih bisa terkejar sampai di Senaru sore menjelang petang dengan catatan tidak banyak istirahat. Tetapi karena saya dari Segara Anak siang hari dan juga kondisi kecapekan, jadi terpaksa mendirikan tenda di Plawangan Senaru dengan estimasi hampir 5 jam perjalanan.


Jalur Menuju Plawangan Senaru Menelusuri Pinggir Danau


Batu Ceper, Tanjakan Yang Menguras Tenaga

Pemandangan Dari Plawangan Senaru

   Pagi hari Kami berlanjut turun dari Plawangan Senaru dengan hanya sarapan mie instan, karena hanya itu makanan terakhir yang ada. Berharap sampai gerbang Senaru tidak terlalu sore hari dan masih sempat untuk mengejar pesawat malam harinya. Menurut para porter perjalanan turun hanya 5 jam perjalanan. Tetapi saya dan teman lebih dari 5 jam karena kondisi fisik dan memasuki hutan Senaru hujan serta kabut menyambut. Perlu diketahui jika hutan Senaru ini termasuk hutan lindung yang masih dijaga ke asriannya. Jadi jangan sembarangan menebang atau mencabut pohon walaupun hanya batang saja. Dan didalam hutan masih banyak monyet serta pohon pohon yang sudah berusia tua. Serasa menikmati udara segar di dalam hutan, bunyi suara hewan dan suasana alam liar.

   Dengan rasa panik demi mengejar penerbangan malam, saya terpaksa jalan belakangan. Salah satu teman saya, saya sarankan menuju Senaru terlebih dahulu agar bisa mencari travel menuju bandara. Salah satu porter yang kami temui sempat berpesan jika terlalu malam di hutan Senaru jangan sampai berjalan sendiri. Di karenakan saat itu masih sore, saya pun tidak terlalu bermasalah jalan sendiri di dalam hutan Senaru. Jalur Senaru juga terdapat Beberapa Pos untuk tempat beristirahat para pendaki. Jarak antar pos tidak terlalu jauh dan terdapat sumber air juga di pos 2.

   Jam 17.00 Wita akhirnya sampai juga di pintu gerbang Senaru. Di sana terdapat toilet dan air bersih untuk membersihkan diri. Ada juga pondokan jika ingin bermalam di sana. Dan pada saat musim liburan banyak pedagang di dekat pintu gerbang Senaru. Tidak berlama lama saya dan teman segera mencari travel menuju bandara dengan penuh rasa senang sudah dapat kembali dengan selamat...

Gerbang Senaru

Ini sekilas gambaran pengeluaran saya dan ke dua teman saya (Budget Untuk 3 orang):

  • Jum'at 15 Juni 2018, Grab dari rumah ke St. Tawang: 40.000
  • Rokok & Kopi: 50.000
  • Kereta Kertajaya Semarang - Surabaya: 300.000
  • Makan di St. Pasar Turi: 50.000
  • Grab St. Pasar Turi - Bandara Juanda: 160.000
  • Pesawat Surabaya - Lombok: 2.100.000
  • Sewa Mobil Bandara - Sembalun: 450.000
  • Simaksi Pendaftaran Rinjani 3 Hari: 90.000
  • Makan & Kopi di Basecamp 2x: 120.000
  • Sewa Mobil Pick up Menuju Jalur Pendakian: 60.000
  • Beli Semangka di Pos 3 Satu Butir: 50.000
  • Beli Camilan di Plawangan Sembalun: 100.000
  • Beli Makanan Ringan di Segara Anak: 100.000
  • Sewa Mobil dari Senaru - Bandara: 600.000
  • Pesawat Lombok - Surabaya: 2.100.000
  • Roti O di Bandara: 33.000
  • Taxi Bandara ke Angkringan: 70.000
  • Makan di Angkringan: 45.000
  • Grab ke St. Pasar Turi: 86.000
  • Jum'at 22 Juni, Kereta Maharani Surabaya - Semarang: 150.000
  • Makan di Stasiun: 60.000
  • Bus perjalanan ke Rumah: 10.500
         TOTAL: 6.824500,00 (Dibagi 3 Orang)



   Saran saya persiapkan rencana dengan matang dan baik jika ingin mendaki gunung Rinjani. Karena gunung Rinjani begitu indah dan sungguh indah serta tidak lengkap hanya mendengar cerita tanpa kamu melihat langsung...


Salam, Rinjani 2018











Monday, 25 September 2017

Pantai Vio Vio


   Satu Lagi tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika jalan-jalan ke Batam, Pantai Vio-Vio.
Untuk kamu yang penggemar wisata pantai dan air. Di Batam terdapat banyak pantai yang tidak kalah Cantik dengan Kota lain di Indonesia. Dengan kondisi alam yang masih alami dan belum banyak dikunjungi terutama orang yang dari luar kota.

  Pantai ini terletak di Barelang (Batam Rempang Galang) kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat kota Batam. Tapi perlu kamu tahu, 1 jam perjalanan disini sudah termasuk jauh karena jalanan hanya lurus memanjang tanpa ada lampu merah. Karena memang masih sedikit penduduk yang ada di wilayah ini. Dan selama perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan yang indah diantara gugusan pulau-pulau kecil. Termasuk Hutan, Perkebunan Sayur dan juga Peternakan ayam.

  Sekedar informasi, untuk mencapai Pantai Vio-Vio untuk saat ini belum ada Transportasi umum yang bisa di pakai. Kebanyakan pengunjung menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

   Pantai ini masih dalam tahap pengembangan, dan dikelola dengan baik. Cuma jalan pintu masuk sedikit menanjak dan menurun. Cukup berhati-hati jika kamu mengendarai untuk masuk ke tempat ini. Untuk masalah tiket masuk terbilang cukup murah, saat itu saya hanya dikenakan 10 ribu per orang.


  Jadi tidak ada salahnya buat kamu yang suka dengan pantai untuk mencoba destinasi wisata yang satu ini. Apalagi pergi bersama orang-orang yang kamu sayangi.... cieeeee '"
Iya sudahlah, selamat mencoba mengunjungi Pantai Vio - Vio Batam.

Tuesday, 16 May 2017

Kebun Raya Bali


   Kebun raya Bali terletak di kabupaten Tabanan Bali. Kebun ini didirikan pada 15 Juli 1959. Pada awalnya Kebun Raya Eka Karya Bali hanya diperuntukkan bagi tumbuhan runjung.
  Seiring dengan perkembangan dan perubahan status serta luas kawasannya, kebun yang berada pada ketinggian 1.250–1.450 mdpl ini kini menjadi kawasan konservasi bagi tumbuhan pegunungan tropika Kawasan Timur Indonesia.
Luas kawasan Kebun Raya semula hanya 50 ha, tetapi saat ini luas kebun raya menjadi 157,5 ha.

   Dengan suasana yang cukup sejuk tanaman di tempat ini akan berkembang dengan baik. Kebun raya Bali yang di beri nama "Eka Karya" diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam sebagai realisasi SK Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 19 Januari 1959.

  Nama Eka Karya di usulkan oleh seorang tokoh Bali yang bernama I Made Taman.
Tumbuhan dari kebun raya Bali pertama banyak di datangkan dari Kebun raya Bogor dan Cibodas. Seiring perkembangan waktu banyak jenis jenis Tumbuhan yang mengisi tempat ini.
  Selain untuk dikoleksi, tumbuhan tumbuhan disini juga bnyak untuk penelitian dan pengembangan.


  Disaat musim liburan banyak warga sekitar bahkan turis lokal maupun mancanegara banyak berdatangan mengunjungi tempat ini. Dengan lokasi yang terbilang sangat luas, bisa untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau acara bersama teman. Sebagian membawa alas atau duduk duduk diatas rumput sambil membawa makanan kecil untuk di nikmati.


  Pohon yang rindang dan tinggi tinggi menambah hawa sejuk membuat betah berlama lama ditempat ini. Tidak ada salahnya mencoba berwisata di Kebun Raya Bali sambil memberikan edukasi tentang tanaman untuk menambah wawasan.

Tiket masuk Kebun Raya Bali per November 2016 :
  • Tiket Masuk Pengunjung Asing  : Rp. 17.000,-
  • Tiket Masuk Pengunjung Domestik : Rp. 9.000,-
  • Tiket Kendaraan Roda 4 Keliling Kebun : Rp. 11.000,-
  • Tiket Parkir Kendaraan Roda 2 (Motor, Sepeda, dll) : Rp. 3.000,-
  • TIket Parkir Kendaraan Roda 4 : Rp. 6.000,-
  • Tiket Parkir Kendaraan Roda 6 (Bus, Truk, dll) : Rp. 11.000,-
  • Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot

Monday, 8 May 2017

Ayana Resort And Spa Bali Review

   Salah satu resort yang cukup menyenangkan jika anda ingin menghabiskan liburan di Bali. Fasilitas yang terbilang mewah untuk kelas bintang 5 akan memanjakan anda untuk datang kembali. Tidak jauh dari pusat kota dan air port.

   Dari segi harga relatif terjangkau untuk sekelas fasilitas nya. Kerang lebih 3 juta an per malam. Kamu juga bisa cek di Agoda untuk mengetahui harga terbaru. Karena untuk high season & peak season harga pasti akan lebih mahal.

Low Season
saat dimana kamu akan mendapatkan harga murah untuk bepergian dan pasti pengunjung tidak terlalu ramai.
Biasanya antara bulan Januari akhir - Mei dan bulan September - awal Desember.
High Season 
Kebalikan dari low season, high season menggambarkan musim liburan yang cukup ramai. Musim liburan ini biasanya bertepatan dengan hari libur sekolah dan hari libur Nasional untuk wilayah Indonesia.
Peak Season
Peak season pada dasarnya menggambarkan situsi yang tak jauh berbeda dengan high season. Namun, peak season jauh lebih ramai dan padat ketimbang high season. Periode puncak musim liburan ini jatuh pada libur Natal dan akhir tahun. Kamu akan merasakan ramainya orang berlibur dan menyesaki tempat liburan dan yang pasti harga akan berbeda untuk budget liburan kamu.

   Sedikit berbagi mengenai Ayana Resort and Spa Bali, di sini juga menyediakan fasilitas cafe yang bernama Rock bar Cafe. Pemandangan nya langsung menuju laut dan kamu bisa merasakan deburan ombak laut yang cukup kuat. Termasuk menikmati sunset yang indah di temani sajian makanan yang cukup enak. Soal harga agak lumayan mahal karena mengingat cafe ini termasuk fasilitas di dalam resort. Tapi itu akan terbayarkan jika kamu ingin menikmati pemandangan laut untuk rehat sejenak.

  Jika kamu ingin berenang, resort ini tak kalah dengan menyediakan fasilitas swimming pool yang bagi saya sangat indah untuk berlama - lama berendam. Terdapat tiga kolam, upper pool, lower pool dan ocean beach pool. Kamu akan merasakan sensasi berenang tanpa bosan menikmatinya.



   Saya hanya sedikit berbagi gambar karena tidak begitu banyak waktu untuk mengambilnya. Terlalu banyak waktu yang akan kamu habiskan untuk tempat ini dengan fasilitasnya.
Untuk kamar saya juga tidak terlalu mengambil banyak review. Terlalu sibuk menikmati hari - hari di luar kamar. Jika anda membawa pasangan pasti tidak akan menyesal untuk berlama lama di dalam kamar. Amenities terbilang cukup lengkap. Interior design juga tidak terlalu membosankan.

   Kamu tidak akan merasa senang jika hanya satu malam disini, dan pasti kembali lagi suatu saat. Dan tidak terlalu buruk untuk soal makanan. Banyak menu yang di sajikan sesuai selera makan kamu.


Semoga hari mu menyenangkan.
Sampai jumpa..

  

Sunday, 30 April 2017

Wisata Danau Bedugul Di Bali


  Pura ulun danau Bratan adalah sebuah candi yang terletak di tepi danau tepatnya di daerah Bedugul, Bali.
Kawasan ini terletak pada ketinggian 1.200 mdpl berhawa dingin. Danau Bratan dikenal sebagai danau "gunung suci", kawasan ini sangat subur. Sehingga banyak masyarakat disekitar bercocok tanam.

  Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan tercantum dalam kisah yang terdapat dalam Lontar Babad Mengwi. Disebutkan dalam lontar tersebut bahwa pendiri Pura tersebut adalah I Gusti Agung Putu. Didirikan pada tahun saka 1556 (Tahun 1634 Masehi) dan dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar area Pura ini, yang terdiri dari: satakan Candi Kuning mewilayahi 5 bendesa adat, satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat, dan satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.



  Pura ulun ini yang membuat unik dari pada danau-danau lainnya di Indonesia maupun di dunia. Keunikan danau Bedugul ini tidak sembarangan sebagai obyek wisata yang ada di pulau bali. Pura ulun danau di percaya sebagai tempat bersemayamnya dewi sri atau dewi kesuburan. Hal ini tentu saja hanyalah kepercayaan yang boleh percaya atau tidak tentu kehidupan di sana bermuara pada corak kehidupan Hindu yang kental. Budaya inilah yang masih dilestarikan masyarakat sekitar hingga sekarang.

Thursday, 27 April 2017

Pantai Pandawa Tiket Masuk

Tiket Masuk Pantai Pandawa



   Pantai Pandawa salah satu destinasi wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Lokasi tidak jauh dari pusat kota Bali, masih seputaran kuta selatan. Kamu pasti tidak akan bosan berlama-lama disini unutk menikmati pantai pasir putih nya. Tapi ingat jangan kesana saat siang hari ya,, cuaca nya sangat terik menyengat. Kecuali kamu suka berjemur kayak bule bule tuh, heheh..

   Ini dia lokasi Pantai Pandawa jika dilihat dari Google Map



 Harga tiket masuk terbilang cukup murah, maka tak heran jika akhir pekan dan hari libur nasional tempat ini sangat ramai dikunjungi wisatawan.
Update harga tiket masuk Januari 2017
  • Domestik – Rp 8.000 / orang.
  • Parkir mobil, Rp 5.000 / 1 mobil.
  • Parkir motor, Rp 2.000 / 1 motor.
   Jadi jika kamu bawa masuk membawa mobil dengan 4 penumpang.
Tiket masuk mobil : 5.ooo
Tiket masuk per orang: 8.000 x 4 = 32.000
Total yang harus di bayar : 37.000

   Cukup murah kan ?
Selain itu Pantai Pandawa juga menyediakan permainan air seperti Kano atau Banan Boat.
Takut tenggelam ?
Tenang aja ada jaket pelampung buat kamu yang tidak bisa renang. Atau pengen menikmati pantai takut kepanasan?
Disini kamu bisa sewa sun deck + payung sambil menimati angin pantai. Biaya sewa 50.00 per jam dan harga bisa berubah sewaktu-waktu klau sekarang sih kurang tahu saya. heehehe....

   Sudah lelah bermain air pasti capek dong, nah disini juga ada massage ditepi pantai. Penasaran kan? boleh dicoba. Saya waktu itu tidak mencoba karena memang cuma sebentar aja ke sini, dan itu pas terik teriknya. Jadi yahh tidak bisa melihat sunset deh...




Wednesday, 12 April 2017

Pendakian Gunung Semeru


Semeru Part II


   Sebuah gunung yang ada di sisi timur pulau Jawa. Siapa yang tidak tahu pesona keindahan dengan danau Ranukumbolonya. Menyimpan banyak misteri sekaligus mengundang orang untuk mengunjungungi nya, apalagi semenjak ada film "5 CM" yang membahas tentang pendakian Gunung Semeru.

   Nahh, saya lanjut cerita saya tentang pendakian Gunung Semeru. Sebenernya ini pendakian yang ke dua kalinya saya ke sini, yang pertama sudah saya ceritakan di halaman sebelumnya. Enggak terlalu banyak sih saya akan bercerita di Semeru part II.
   Setelah saya melakukan pendakian pertama tahun 2015, ternyata betul apa kata orang. Semeru terlalu indah untuk di tulis dengan kata-kata. Akhirnya saya berencana mendaki lagi bersama teman saya 1 orang, cuma berdua nih dan temen saya cowok kebetulan,,,
(kayak pacaran aja berdua))).. hihihih"
Tapi tenang aja, waktu sampai Malang saya kebetulan ketemu pendaki lain dari Jakarta 3 orang. Langsung aja saya ajak gabung. Lumayan kan biar tambah rame dan engga di sangka yang engak-engga.
Lagian mendaki gunung 3 hari cuma berdua, sama cowok lagi. (-.-)

Nih,, jadi berlima
   Saya sarankan nih buat kamu yang ke Semeru, lebih baik berangkat dengan rombongan minimal 5 orang atau lebih. Selain bisa Hemat biaya waktu sewa jeep juga bisa gantian waktu di kalimati ambil air dan sebagainya.

   Ok. Perjalanan saya mulai dari basecamp pendakian, setelah melakukan pendaftaran dan membayar sejumlah tiket masuk. Ini penting nih jangan sekali kali tidak beli tiket yaa... walaupun kamu langsung mendaki tanpa membeli tiket sebenarnya bisa sih.
Cuma apa engga malu sama Gunung Semeru ???
Dia sudah memberi keindahan yang luar biasa engga sebanding kok dengan uang tiketmu. ok?


form pendaftaran & check logistik
   Pagiiii...  Ranukumbolo menyapa.
Kabut tebal dan dingin nya terasa sampai ke dalam. Ini yang saya suka dari Semeru, bangun pagi jam 05.00 duduk di tepi Ranukumbolo.
   Surga yang tersembunyi, pesona Mu membuat ku datang lagi untuk yang ke dua.

masih gelap
Matahari mulai muncul dari peraduannya
Di balik kabut yang menyimpan rindu

   Lanjut perjalanan ke kalimati, sampai disana sudah hampir sore. Saya persiapkan untuk istirahat karena tengah hari akan menuju puncak. Sebenernya saya malas sih ke puncak, capek banget. heheh...
Karena saya tidak enak sama temen saya dan 3 orang temen baru, yah mau apalagi harus jadi guide nih. Tapi tidak masalah kan berbagi pengalaman itu lebih baik dari pada hanya disimpan sendiri.
   Walaupun saat itu cuaca agak gerimis dan banyak kilat. Tapi tetap berdoa dan waspada agar sampai puncak dengan selamat. Perlu diingat juga seharusnya batas pendakian hanya sampai di Kalimati, dan jika ke puncak terus terjadi apa-apa maka pihak asuransi dari tiket yang sudah di beli tidak akan menangggung.
Alias resiko tanggung sendiri ya,,

Ohhh iya... saya sedikit kasih info yang ingin mengambil air di Kalimati atau Sumber mani, usahakan jangan malam hari karena berbahaya.
Lokasi tidak jau dari camp kalimati dengan berjalan kaki, 15-20 menit cukuplah.

terdapat 2 pancuran air disini, yang satu di atasnya

bayangin coba malam-malam disini. hihihihi....
Perjuangan yang sesungguhnya


Dan akhirnya terbayarkan sudah.
Foto berlima
sungguh luar biasa ciptaan Nya
   Dan setelah ini apa kamu masih enggak pengen ke Semeru lagi ???
yahh, tergantung situasi dan kondisi...

Ini foto-foto perjalanan saya:

Gerbang pendakian

oro - oro ombo
Bunga nya pas lagi mekar, keren kan??


Ranukumbolo siang hari

perjalanan pulang jalur ayak ayak

bawa pulang sampahnya ya..
sampai jumpa semeru




" Salam Lestari Alamku "


Friday, 20 January 2017

LAGOI BAY

LAGOI BAY


   Mendengar namanya pasti kalian tidak asing jika tinggal di sekitar kepulauan Riau. ya, daerah di bagian utara pulau Bintan ini menawarkan sisi pariwisata berbeda. Kawasan yang masih di kembangkan ini terdapat berbagai pilihan wisata, termasuk beberapa resort mewah. 
Sebut saja Treasure Bay, Nirwana Resort,Bayan Tree Bintan, Angsana Bintan dan juga Swiss-BellHotel.
   Nah , bingung kan pilih mana? 
tenang ini semua masih dalam satu kawasan. Kamu masih bisa mencoba semua jika ingin long stay di Bintan. Sebelumnya saya jelsakan dulu jika belum tahu dengan nama Pulau Bintan. 
kawasan ini termasuk dalam Kepulauan Riau. tidak jauh dari Ibukota provinsi Tanjung pinang. Jika kamu dari Jakarta bisa langsung menuju Tanjung pinang naik pesawat.
kebetulan saya tinggal di Batam, jadi tinggal nyebrang saja menggunakan kapal. hehe..





   Kurang setrategis apa coba??? mau ke Singapore dekat, ke Johor Malaysia juga dekat.
Sudah tersedia penyeberangan ferry langsung loh jika kamu ingin ke Singapore atau Malaysia. Ini merupakan nilai plus yang ada di kawasan Lagoi.

   Saya kemarin mencoba berkunjung ke salah satu obyek di sana, Treasure Bay.
ya, disini kamu bisa menikmati kolam renang terbesar di Asia Tenggara. whatttt??.. penasaran kan?
saya pertama juga begitu, setelah melihat langsung memang besar juga ternyata. Tapi kolam renang disini air nya asin, yang mungkin di ambil dari laut, karena memang berada di tepi laut. Coba bayangkan jika kolam renang sebesar itu pake air tawar ?   ((''-'')) hhihihih..

wahana permainan air.

brrr.... langsung pengen main air.



   Tiket masuk hanya 100.000 tapi di luar permainan air seperti banana dan jet sky air.
Kamu akan dapat gelang sebagai tanda tiket masuk, nah di dalam gelang itu bisa top up saldo sebagai sarana menikmati permainan. kerana di dalam Treasure Bay tidak berlaku uang cash. 

jadi pas beli tiket anda akan di tawari untuk memelih permaianan yang anda sukai di sini. termasuk bisa sewa canopy hotel jika ingin menginap.
saya sarankan jika ingin berenanang lebih baik sore, tapi kalau anda pengen kayak bule siang-siang berjemur gitu boleh sih,, hahaha ))
kawasan lingkunngan treasure bay

gelang tanda masuk

tempat pembelian tiket


   keren kan..
Jadi kapan ke sini? jika punya libur panjang boleh lah mampir ke Bintan. Pulau yang cantik dengan wisata pantai nya. 

Sebenarnya masih banyak wisata yang ada di pulau Bintan, tapi saya kebetulan hanya cerita salah satu saja.
nih, saya kasih link foto-foto dari website treasure bay
https://www.treasurebaybintan.com/things-to-do


" Salah satu foto pantai di Lagoi Bay "

pengen maen pasir atau main golf nih ??   hihihih...

Resort dengan view laut

pantai dengan batu koral nya